Ada Rasa Bukan Milik

Hadir dalam kelas seseorang dengan alasan awal saya pernah berada di kelas ini sebelumnya. Bagai permen, alasan tersebut adalah bungkusnya, alasan sebenarnya ada pada permen tersebut, ya.. yang mengajar kelas tersebut. 

Hari pertama ikut kelas, berteman dengannya di media sosial. Stalking-stalking tipis tanpa sangka bakal dikenali karena baru pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua, bahagia hati ini, dia sebut nama saya. Sebenernya ini bukan hal yang perlu dibanggakan. Pengajar tahu muridnya adalah hal yang wajar, tapi saya senang karena dikenali pada pertemuan kedua ini. 

Beberapa waktu lalu, saat latihan, karena oksigen terhambat di hidung belum sampai di otak, yang terjadi adalah terdiam sesaat, tangan kaki mengikuti gerakan, namun otak kosong. Momentumnya adalah saya mendengar teriakan, nama saya dipanggil sebagai pembuka, salah posisi sebagai info utamanya, dan kata penutup yang menurut saya hingga saat ini adalah halusinasi karena kekurangan oksigen ini, yang terdengar adalah kata "sayang".... Ketika kata penutup itu terucap, saya melihat kearahnya. Sedetik kemudian saya memutuskan bahwa kata penutup tersebut adalah benar halusinasi sesaat saya, karena itu bukanlah kata yang akan dia sebut dan tidak mungkin disebut. 

Stalking demi stalking dilakukan, tidak lagi tipis-tipis tapi mulai lebih tebal. Dari segi pendidikan, kami sejajar. Dari segi usia, sudah sesuai expektasi. Namun, bila saja saya tidak menemukan bahwa server kami berbeda, saya yang pemalu ini mungkin akan mulai untuk sedikit tidak tahu malu dan mencoba untuk mengenalnya lebih lagi. Sayangnya, saya begitulah adanya. Jadi.... Sama seperti orang-orang sebelumnya, mengagumi adalah jalan ninjaku. 

Ada hati kecil ini berkata, kenapa tidak coba dulu. Atau bahasa kerennya Ehippasiko...
Si pikiran mengatakan, tidak ada tanda-tanda bahwa server kami sama, dari beberapa pertemuan kami hanyalah pengajar dan murid. Jika ada maksud yang sama denganku, mohon dibukakan pintu masuknya.... 

Saya percaya akan kekuatan pikiran, terbesit hati ini selalu memakai kekuatan tersebut, ketika kendali atas jalan hidup tidak lagi berubah, lebih baik tidak. Sedikit berharap, dengan berada dalam kelasnya tersebut, mungkin suatu hari kami dapat berbicara dalam konteks lebih santai dan sedikit banyak tahu akan kehidupan pribadi dia. 

Bila memang dia.... Mohon untuk diberikan jalan, dibukakan pintu masuk......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

我可以今年结婚吗?

Sequel : Tulisan terakhir tentangmu

Pendek Kata