Pergi Untuk Dicari
Haiii.... It's been a long time do not write this blog.
Hampir beberapa tahun ini, aku selalu berpikir hal yang buruk yang akan terjadi yang berujung pada kematian. Entah kecelakaan kendaraan atau bisa jadi itu bunuh diri. Tidak terbayangkan kenapa dan bagaimana bisa seorang aku berpikir seperti itu. Jawabannya simpel karena aku ingin tahu.
Ingin tahu jika aku meninggal nanti seberapa banyak orang yang akan datang di rumah duka?
Ada tidak ada masalah, selesai tidak selesai, terjadi sesuatu dan hidup selesai. Kasih organ ke organ yang membutuhkan, dikremasi, larung di laut. Selesai. Di rumah duka, saat jiwa tidak lagi menyatu dengan raga, melihat berapa banyak yang datang, seberapa banyak yang datang mengasihi seorang aku? Seberapa banyak yang kenal dengan seorang aku?
Seberapa dangkalnya pikiran ini. Apa namanya kalau bukan "pergi untuk dicari"?
Dicari siapa? Dicari oleh mereka yang kenal, yang mengasihi, yang datang pada saat di rumah duka.
年龄越来越大,感觉要承担的责任越来越多。要照顾这个,要懂那个,要多耐心,要多忍住,要不多埋怨,要任性不受到拒绝。说了自己真的要忍,不要操心人家,要好好的。但自己实际上都比好。自己有问题,只是发泄方式很不好 离谱。不想别人知道自己好担心,自己很害怕,都以不管来处理。
到了这个年龄,都是得买房 买车。有对象,生孩子。人人说它自己的时间。但那时间不知道什么时候来的。我是不是自己给自己压力?
写了这个,怀疑:
是不是上辈子我是不想管而毁灭了自己,所以去世这个画面一直都转在我脑袋里?
是不是上辈子我对爱情说过了什么誓言,所以到这把年龄一次恋爱都没谈过?
是不是上辈子我害了别人做了不好的事,所以从小到大有个毛病 引导它不正常来啊?
所以一旦离开这个世界,不是啥都结束吗?
明明知道,后果严重,也还是那样想,还是不改掉自己的毛病。
Komentar