Tentang Dirinya, dari "Dirimu, Dirinya, Diri yang lain, Diriku"
Aku akan buat jalan jika kamu membuka jalan....
Pertemuanmu denganku membuatku berpikir tentang beberapa hal setelah kita berpisah:
1. Kau lebih muda beberapa tahun dariku, ketika kau pergi untuk menuntut ilmu di sekolah menengah atas di negeri panda, aku sedang belajar bahasa negeri panda di tahun ketiga
2. Kau datang bersama ibumu, namun tidak satupun pertanyaan yang keluar dari ibumu untukku, sementara aku dan ibumu ada eye contact. Mungkin itu caranya menilai, namun apakah tidak bisa untuk hanya sekedar pertanyaan basa-basi. Ataukah dari awal ibumu sudah tahu bahwa tidak akan berjalan? Hm... Hanya ibumu yang tahu
3. Kau patuh pada ibumu, aku suka dengan kriteria ini. Namun alih-alih kau mendengarkannya, bisa jadi ku melihatmu adalah apa yang ia ucapkan adalah mutlak yang menjadi jalanmu. Artinya bisa saja kedepannya kau tidak bisa menentukan jalanmu sendiri. Mungkin... Namun kuharap tidak
Pada pertemuan itu aku nothing to loose. I'm curious what kind of person you are. After that, if you want me, lets try. If not, I hope I can get mine.
Dan... Kau tidak menghubungiku hingga hari ini. Thats your answer right?
Aku tak apa, mungkin kau hanya halte transit. Dan setelah ini semoga ada halte yang menjadi halte tujuan terakhirku😍...
Komentar