Dirimu, Dirinya, Diri yang lain, Diriku
Dirimu,
Hai kamu yang beberapa waktu lalu dengan indikasi tersebut yang menjadi salah satu harapan dari orangtuaku, ternyata kau tak juga menampakan diri hingga saat ini. Mungkin kau memang bukan untukku.
Aku gapapa koq. *Gapapa cewek tuh selalu ada apa2 ya hahaha*
Gak! Bener gapapa... Sadar koq, aku terlalu berharap itu benar dan aku lupa kalau aku juga harus menyiapkan diri untuk jika tidak terjadi. Kabar baiknya kau ga mulai. Jadinya, it's ok. Kau adalah wacana yg mampir dalam hidupku. Terima kasih ya sudah mampir di cerita hidupku
Dirinya,
Setelah dirimu lewat, datanglah dirinya. Hanya sekali untuk datang menyapa. Dia yang mengenalkanku padamu pun berharap ada jalan, ku ingin maju namun ku berharap kau buka jalan lebih dahulu baru ku akan maju lebih selangkah atau dua langkah. Namun kenyataannya harapan masih tinggal harapan. Kau tak juga membuka jalan. Yang memperkenalkanmu padaku pun sudah 2x membuka jalan namun tak ada respon dari dirimu.
Ku selalu bertanya 'apakah dirimu?'
--baru saja kutulis kalimat ini, yang mengenalkanku padamu menelpon untuk bertemu dengannya dan denganmu--
Tentu aku berharap, namun jika tidak ada respon untuk buka jalan darimu ya diriku akan tetap pasif. Aku adalah yangmana harus tahu apakah kau membuka hati atau tidak, setelah itu baru ku masuk.
Kita lihat hari ini, apakah berjalan atau tidak 😊
Bukan tidak berharap, namun lebih baik untuk tidak saat ini. Setelah bertemu. Baru kita bicarakan lagi
Diri yang lain,
Ini tentang sahabat baikku. Tiba2 dia memberikan tanggal yang diberikan oleh calon mertuanya kepada orang tuanya. Januari 2021... Jika ditelusuri, dari kami berempat:
1. Sudah lama berpasangan, sedang akan menuju arah pernikahan
2. Tahun depan setelah Maret akan dijadwalkan menikah
3. Tahun depan akan menikah dan kemarin keluarlah tanggal tersebut
4. Aku aku.... Belum berpasangan hahahaha
Senang? Tentu saja... Malah bisa jadi mereka bisa menikah ditahun yang sama. Hahaha
Siapa yang ga senang temannya menikah? I think almost everyone want to get married and live happyly ever after. Haha
Baik yang sudah pasti, yang mengarah kesana dan yang aku yang masih belum ada pasangan namun sudah mengarah kesana, semoga dilancarkan segala niat baiknya. Aku sayang lhooo ma kalian. Hehe
Bagaimana dengan Aku? Masuk part Diriku yaaaa...
Diriku,
Sejujurnya aku iri....
Iri pada kedua temanku yang akan menikah tahun depan,
Iri pada satu temanku yang sudah lama memiliki pasangan
Iri pada teman lelaki terbaikku yang akan melepas masa lajangnya pada November ini
Aku iri karena teman2 terbaikku akan lebih menyempurnakan hidupnya.
Rasa iri ini sama dengan ketika teman2ku sudah mendapatkan tamu bulanannya pertama kali sejak duduk di bangku 5 / 6 SD, dan aku baru mendapatkannya saat kelas 2 SMP. Iri... Aku iri sekali, mereka bs dapat, kenapa aku belum? Namun ketika aku dapat aku bersyukur bahwa tubuhku masih normal.
Seiring berjalannya waktu, menstruasi ini tidak hadir setiap bulan. Kalau dihitung2 masa kosongnya, mungkin aku bs punya 3 atau 4 anak. Hahahaha
Saat itu di negara seberang saatku melanjutkan sekolah, ku pernah bilang :
"tunggu tamu bulananku normal, baru biarkan aku dapat pasangan". Kenapa? Kehidupan setelah menikah tentu menginginkan keturunan bukan?
Bila dari aku tidak lancar, apakah bisa? Wong aku aja belum normal koq.
Sejak umur 30, aku selalu berharap dia datang tiap bulan dan aku sangat bersyukur jika ia datang. Kedua bulan ini, dia selalu datang. Mudah2an bulan2 berikutnya dia akan selalu datang.
Balik ke rasa iri, rasa iri mereka datang bulan sama dengan rasa iri mereka akan menikah. Tentu aku ingin menikah...
Teman lelaki terbaikku bertanya: "jika hidupmu selesai saat ini, apakah rela?"
Ku jawab, satu sisi aku rela karena i have nothing that tangled on me, tapi sisi lain aku ga rela karena cerita hidupku belum selesai. Aku blm kenalin calonku ke dirinya, belum menikah, dan belum punya anak.
I think my higest aim is have child. After that I feel blessed I get it. I already achieved it.
Ku selalu berdoa, jika memang 'dirinya' yang tersebut diatas adalah jodohku, maka lancarkanlah jalannya.
Jika bukan, hadirkanlah yang menjadi jodohku.
Namun jika memang tidak ada, maka bahagiakanlah dengan apapub pilihan hidupku (kerjaan yang ku bisa pakai hati untuk bekerja walaupun tidak besar gajinya, pergi travel tanpa pusing2)...
Tolong berikan yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk diriku.
Dan semoga semua yang tersebut disini dapat berbahagia, tentunya....
Komentar