Panggilan untuk kamu
Hai kamu yang berada disana,
iya kamuuuu....
Kamu yang selalu tersebut dalam doa orang tuaku
Kamu yang selalu terpanggil olehku setiap kali frustasi dengam kehidupan, agar kamu bisa membawaku ke tempat yang lebih baik lagi
Kamu yang entah seperti apa rupa dan karakternya namun selalu kunantikan
Kamuuu... Please jangan tersesat lagi, arahkan gpsmu dengan tepat calon masa depanku
Aku sudah membayangkan sedikit peristiwa yang bisa kita lakukan nanti setelah kita bertemu
Kau tahu kali ini aku percaya sama mamaku untuk dirimu. Ada beberapa hal yang ku tak tahu apakah benar tapi aku berharap itu terjadi.
Saat ku makan eskrim berlambang M dengan tema minion, ada oreo dengan inisial alfabet ke 18,
Saat ku berjalan menaiki anak tangga busway, kumerasa ada benang merah sudah mulai terikat di kelingkingku,
Saat mamaku memintaku untuk mendatangi Vihara untuk memohonkan dirimu,
Saat mamaku mengatakan inginku dikenalkan pada seseorang yang kuharap adalah dirimu
Akan kau datang kali ini?
Kau tahu aku selalu bersemangat ingin membawamu menemui calon adik iparmu. Tentu bukan adik biologisku, tetapi sahabatku. Inginku perkenalkan kehadiran dirimu sebelum dia merubah statusnya menjadi suami orang lain.
Dan pastinyaaaa ku bawa dirimu saat resepsi itu berlangsung dan juga kuperkenalkan pada sahabat yang beberapa tahun ini selalu pergi bersamaku setahun sekali.
Ah... Ingun kubawa dirimu ke duniaku yang tidak ramai, tidak ada cerita berarti tapi memiliki makna penting dalam kehidupan kita. Mereka ada bersamaku saat kau belum hadir.
Ku juga ingin masuk ke duniamu. Bagaimana orang-orang sekitarmu. Setelahnya mari kita bersama selamanya. Kita buat peraturan-peraturan rumah tangga kita, yang bisa kita perbaharui setiap setahun sekali. Rapat yang dilakukan setiap hari baik itu secara "resmi" maupun pillow talk pada malam hari. Jalan2 dengan orang tua kita ke suatu tempat, kurasa itu bukan ide yang buruk. Jangan lupa kita hadirkan penerus kita, didik mereka untuk sopan terhadap setiap orang terutama yang lebih tua dan ajarkan untuk selalu berwelas asih.
Mau kah kau bersama denganku menjalani ini semua?
Ku akui permintaanku terhadap dirimu lumayan banyak, bisa ini bisa itu. Namun yang terpenting adalah kau sayang dan hormat kepada orangtuamu, akan sayang dan hormat kepada orangtuaku seperti orangtua sendiri, menyanyangi adik2ku. Dan punya hati yang baik, dewasa bisa membawaku ke arah yang lebih baik.
Aku tidak bisa menjaminkan sesuatu hal yang mewah kepadamu, namun percayalah aku juga akan belajar memahami orangtuamu, sopan dan baik kepada adik atau kakakmu, belajar untuk selalu ada untukmu kapanpun itu dan menjadi tempatmu bercerita entah itu baik maupun buruk ataupun ada atau tidaknya jalan keluar.
Kamu... Dirimu... Kutunggu kehadiranmu. Semoga tidak lama lagi.... 😊
Komentar