Langkah
Ku berjalan di dua dunia
Ya, duniamu dan duniaku
Ku mendaki dua gunung
Diriku dan dirimu
Sungai membelahnya
Jembatan penghubungnya
Kau dan aku melintas diatasnya
Belajar mengenal satu sama lain
Dunia itu, Gunung itu
Dapat kau rasakan
Dapat kau pikirkan
Tidak dapat kau raih
Duniamu, Gunungmu
Dapat ku masuki
Dapat ku daki
Tidak dapat ku ubah
Karena itulah adanya
Mungkin terlalu jauh kuberjalan dengan caraku
Mungkin terlalu dekat kauberjalan kearahku
Yang kutahu ku tidak peduli
Pergi ke dunia lain
Setelah meninggalkan jejak di tempatmu
Kemudian kembali
Bertemu pada jembatan itu
Adilkah? Benarkah?
Memasang penghalang
Pagar betis disana
Agar kau tak dapat melihat
Tapi kau bisa menggapainya
Salahkah? Egoiskah?
Dua dunia dua gunung
Dua samudra dua rumah
Jembatan itu jalan itu
Sungai itu tetap memisahkan
Tak ada yang memintaku menjajakinya
Dia ataupun diriku
Kenapa lelah? Kenapa sakit?
Yang ku lihat hanya diriku
Lelah selalu berpikir tentangmu
Kau selalu tak berpikir tentangku
Disini berdiri dengan kedua kakiku
Adakah cara lain?
Dia tidak tahu bagaimana dan mengapa
Dia tidak tahu yang ku rasakan
Dia tidak tahu yang kupikirkan
Dia tidak tahu apa-apa
Ku selalu berlari
Ku selalu bersembunyi
Ku selalu menutup
Ku selalu AKU
Salah? Egois?
Ya, duniamu dan duniaku
Ku mendaki dua gunung
Diriku dan dirimu
Sungai membelahnya
Jembatan penghubungnya
Kau dan aku melintas diatasnya
Belajar mengenal satu sama lain
Dunia itu, Gunung itu
Dapat kau rasakan
Dapat kau pikirkan
Tidak dapat kau raih
Duniamu, Gunungmu
Dapat ku masuki
Dapat ku daki
Tidak dapat ku ubah
Karena itulah adanya
Mungkin terlalu jauh kuberjalan dengan caraku
Mungkin terlalu dekat kauberjalan kearahku
Yang kutahu ku tidak peduli
Pergi ke dunia lain
Setelah meninggalkan jejak di tempatmu
Kemudian kembali
Bertemu pada jembatan itu
Adilkah? Benarkah?
Memasang penghalang
Pagar betis disana
Agar kau tak dapat melihat
Tapi kau bisa menggapainya
Salahkah? Egoiskah?
Dua dunia dua gunung
Dua samudra dua rumah
Jembatan itu jalan itu
Sungai itu tetap memisahkan
Tak ada yang memintaku menjajakinya
Dia ataupun diriku
Kenapa lelah? Kenapa sakit?
Yang ku lihat hanya diriku
Lelah selalu berpikir tentangmu
Kau selalu tak berpikir tentangku
Disini berdiri dengan kedua kakiku
Adakah cara lain?
Dia tidak tahu bagaimana dan mengapa
Dia tidak tahu yang ku rasakan
Dia tidak tahu yang kupikirkan
Dia tidak tahu apa-apa
Ku selalu berlari
Ku selalu bersembunyi
Ku selalu menutup
Ku selalu AKU
Salah? Egois?
Komentar