Ada Rasa Bukan Milik
Hadir dalam kelas seseorang dengan alasan awal saya pernah berada di kelas ini sebelumnya. Bagai permen, alasan tersebut adalah bungkusnya, alasan sebenarnya ada pada permen tersebut, ya.. yang mengajar kelas tersebut. Hari pertama ikut kelas, berteman dengannya di media sosial. Stalking-stalking tipis tanpa sangka bakal dikenali karena baru pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua, bahagia hati ini, dia sebut nama saya. Sebenernya ini bukan hal yang perlu dibanggakan. Pengajar tahu muridnya adalah hal yang wajar, tapi saya senang karena dikenali pada pertemuan kedua ini. Beberapa waktu lalu, saat latihan, karena oksigen terhambat di hidung belum sampai di otak, yang terjadi adalah terdiam sesaat, tangan kaki mengikuti gerakan, namun otak kosong. Momentumnya adalah saya mendengar teriakan, nama saya dipanggil sebagai pembuka, salah posisi sebagai info utamanya, dan kata penutup yang menurut saya hingga saat ini adalah halusinasi karena kekurangan oksigen ini, yang terdengar a...